Mengenal 5 Jenis Penyakit Kucing Ras Paling Berbahaya

5 Jenis Penyakit Kucing Ras Paling Berbahaya – Sebagai pecinta atau pemilik kucing tentunya kita menginginkan kucing yang kita cintai tetap sehat dan dapat beraktifitas layaknya kucing normal pada umumnya. Namun kadang kala apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Kucing sebagai makhluk hidup layaknya manusia pastinya tidak akan lepas dari yang namanya sakit. Penyakit yang di derita pun bermacam-macam mulai dari yang sifatnya ringan tanpa perlu penanganan yang serius sampai dengan penyakit yang sifatnya kronis dan perlu penanganan yang serius. Dari berbagai penyakit tersebut terdapat beberapa penyakit kucing ras yang sangat berbahaya dan pada umumnya membawa si kucing pada kematian. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dijelaskan 5 jenis penyakit kucing ras paling berbahaya yang kadang menyerang secara tiba-tiba karena gejalanya baru muncul ketika kondisi penyakit tersebut sudah sangat parah.

 1. Gagal Ginjal (Renal Failure)

penyakit kucing ras gagal ginjal

Penyakit kucing ras yang pertama adalah gagal ginjal. Ginjal merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh si kucing dalam mengontrol tekanan darah, memproduksi hormon, dan membuang racun yang terdapat dalam darah. Fungsi utamanya adalah sebagai penyaring racun yang terdapat dalam darah dan membuangnya dalam bentuk urin atau air seni.

Semakin tua usia si kucing akan menyebabkan menurunnya kemampuan ginjal dalam menyaring racun. Jika hal tersebut terjadi maka racun yang harusnya dibuang keluar tubuh akan tetap tersimpan dan mencemari darah. Jika darah tercemar maka akan mengganggu fungsi organ tubuh yang lain. Selain itu ginjal juga berfungsi segabai alat perangsang sumsum tulang dalam memroduksi sel darah merah untuk menghasilkan energi yang dipakai si kucing dalam beraktifitas.

Setidaknya ada dua tipe gagal ginjal yang umum diketahui yaitu gagal ginjal akut/Acute Renal Failure (ARF) dan gagal ginjal kronis/Chronic Renal Failure (CRF). Acute Renal Failure (ARF) merupakan gagal ginjal dimana fungsi ginjal akan turun secara drastis dan tiba-tiba. Tipe ini masih bersifat reversibel atau dapat disembuhkan jika ditangani secara baik dan cepat. Namun jika penanganannya lambat akan menimbulkan dampak yang sangat fatal. Tipe ini dapat disebabkan oleh keracunan, trauma, infeksi, dan gangguan pada saluran urin. Sedangkan Chronic Renal Failure (CRF) merupakan tipe gagal ginjal dimana fungsi ginjal si kucing menurun secara signifikan dan berkala. Tipe ini bersifat irreversibel atau tidak bisa disembuhkan.

CRF biasanya akan menjangkit kucing-kucing yang sudah tua atau berusia lebih dari 7 tahun namun kadang-kadang kucing yang baru lahir juga bisa terjangkit penyakit ini akibat bawaan dari induknya. Gejala dari tipe ini biasanya muncul ketika fungsi dari ginjal sudah turun mencapai 75% dari keadaan sehatnya. Gejala yang ditimbulkan antara lain kencing berlebihan, mudah haus, mual, terdengar suara kasar dari kerongkongan, dehidrasi, sembelit, nafsu makan dan berat badan berkurang, dan lesu.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperpanjang usia si kucing yang sudah terkena CRF. Diantaranya adalah mengatur asupan makanan, memberi obat secara berkala, dan memberikan terapi dehidrasi.

Selain itu untuk mencegah terjadinya gagal ginjal terutama CRF, anda dapat melakukan beberapa hal seperti mengecek keadaan si kucing ke dokter hewan sedini mungkin terutama bagi kucing-kucing yang sudah berusia lanjut. Biasanya akan dilakukan tes urin dan darah untuk mengetahui kondisi ginjal si kucing.

Meskipun penyakit ini dapat menjangkit semua jenis kucing, namun menurut penelitian ada beberapa jenis kucing yang berpotensi lebih tinggi terkena CRF dibandingkan dengan jenis yang lain seperti Main Coon, Abyssinian, Siamese, Russian Blue, dan Balinese.

 2. Kanker darah (Feline Leukimia)

Feline Leukimia atau yang sering disebut kanker darah pada kucing merupakan penyakit yang ditumbilkan oleh virus melalui urin, lubang hidung, dan air liur. Penyakit ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga sel darah putih yang bertugas membunuh hama dalam tubuh tidak dapat bekerja. Virus ini dapat menular melalui gigitan, makanan, tempat minum, dan air susu ibu sikucing. Kebanyakan kitten lebih mudah terjangkit virus ini karena sistem imunnya masih lemah. Selain itu juga biasanya kucing jantan lebih rentan dibandingkan betina disebabkan beberapa faktor tertentu.

Beberapa jenis kucing dapat langsung merasakan gejala setelah terjangkit dan beberapa jenis yang lain dapat bertahan hingga beberapa minggu. Gejala yang sering ditimbulkan setelah positif terkena leukimia adalah infeksi sistem organ, diare, infeksi kulit, penyakit mata, infeksi saluran pernapasan, infeksi kandung kemih, ketidaksuburan, dan anemia.

Penyakit ini juga tidak dapat disembuhkan. Namun ada beberapa cara agar kucing yang anda sayangi terhindar dari penyakit ini yaitu dengan cara menjaga kucing tetap berada di dalam rumah, membatasi kontak dengan kucing lain (terutama kucing yang sakit), menjaga kebersihan rumah, melakukan vaksinasi dini, dan pemeriksaan kesehatan secara teratur.

3. Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

penyakit kucing ras FIV

Jika manusia dapat terserang HIV (Human Immunodeficiency Virus) maka kucing pun dapat terkena FIV (Feline Immunodeficiency Virus). FIV merupakan suatu penyakit yang dapat menyerang kekebalan tubuh si kucing sehingga kucing menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit yang menginfeksi tubuhnya. Berbeda dengan HIV, FIV biasanya ditularkan bukan melalui hubungan seksual antar kucing melainkan kontak fisik lain seperti cakaran atau gigitan akibat serangan kucing lain atau juga bisa disebabkan melalui makanan, litter box, grooming, bersin, dan berbagi cara penyebaran lainnya. Meskipun penyakit FIV dan Feline leukimia memiliki kesamaan yaitu menyerang kekebalan tubuh, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan seperti jenis virus dan hasil tes laboratorium.

Oleh sebab itu penting bagi pemilik kucing untuk tetap menjaga kucing kesayangannya tetap berada di dalam rumah agar tidak diserang kucing lain yang mungkin sudah terinfeksi virus FIV. Selain itu disarankan juga untuk tetap menjaga kebersihan makanan dan tempatnya, litter box, serta jangan pernah sembarangan memandikan kucing di tempat umum.

Beberapa gejala yang sering ditimbulkan oleh penyakit ini diantaranya adalah penurunan berat badan, anemia, diare, bersin-bersin, masalah pada gigi, kerontokan, kencing berkala, dan lain-lain. Penting bagi pemilik kucing untuk terus memerhatikan kondisi si kucing agar ketika gejala sudah timbul dapat langsung dibawa ke dokter hewan untuk diberi penanganan khusus. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan (belum ada obatnya) sehingga ketika si kucing positive terkena FIV maka kondisinya tidak akan sembuh kembali. Namun ada beberapa cara untuk mencegah infeksi penyakit lain (secondary infection) agar tidak memperparah kondisi si kucing diantaranya adalah memberi nutrisi yang cukup, melakukan terapi, obat anti inflamasi (pendarahan), obat antibodi, dan lain-lain. Penyakit ini hanya ditularkan kepada sesama kucing dan tidak dapat menyerang manusia.

4. Feline Panleukopenia (Feline Distemper)

Feline Panleukopenia atau juga biasa disebut Feline distemper merupakan salah satu jenis penyakit kucing ras mematikan yang dapat menyerang kucing dan bersifat menular. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara memecah sel-sel dalam tubuh si kucing terutama sel-sel usus, sumsum tulang, dan sel janin. Pecahnya sel-sel dalam tubuh terutama sel darah merah si kucing dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). Selain itu jika sel darah putih juga di serang akan menyebabkan kucing mudah terinfeksi penyakit yang lainnya. Perlu penanganan berkala untuk menyembuhkan penyakit ini dan biasanya jarang ada yang berhasil karena virus penyebar penyakit ini sangatlah resistan/kebal terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga sulit untuk dimusnahkan.

Penyakit ini dapat disebarkan melalui kontak fisik dengan darah, feses, dan urin yang di dikeluarkan oleh kucing yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Selain itu penyebaran penyakit ini juga disa disebabkan oleh kontak dengan tangan manusia, tempat makan, dan material lain yang tidak bersih dan biasanya bersentuhan langsung dengan si kucing.

Gejala yang sering ditimbulkan apabila kucing sudah terinfeksi diantaranya adalah muntah, diare, dehidrasi, penurunan berat badan yang signifikan, demam tinggi, anemia, bulu kasar dan rontok, depresi, dan lain-lain. Karena virus penyebar penyakit ini sangat kebal, maka cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah dengan memberikan vaksin kepada si kucing. Selain itu juga penting untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan material yang berkontak langsung dengan si kucing serta menjaga si kucing tetap berada di dalam rumah.

Penyakit kucing ras yang terakhir adalah:

5. Feline Rabies

penyakit kucing ras yang lain yaitu rabies

Mungkin kebanyakan orang hanya tahu bahwa rabies adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan anjing yang terkena rabies. Namun tak banyak diketahui orang bahwa rabies juga dapat menular pada kucing. Rabies merupakan penyakit mematikan yang menyerang sistem syaraf pheriperal, sensorik, dan motorik si kucing sehingga menjadi kehilangan keseimbangan dan indra menjadi buruk. Selain menyerang kucing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia. Diketahui bahwa di Hawaii setidaknya setiap tahun angka kematian yang disebabkan penyakit ini terhadap manusia tidak kurang dari 50.000 jiwa. Sekali terserang penyakit ini maka akibatnya sangatlah fatal.

Secara umum penyakit ini ditularkan oleh gigitan hewan yang sudah terkontaminasi virus tersebut terutama hewan liar seperti rakun, rubah, kelelawar, dan sigung. Virus juga dapat menyebar melalui air liur atau luka yang masih fresh. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi si pemilik kucing untuk tetap menjaga kucingnya berada di dalam rumah sehingga tidak diserang oleh hewan lain. Kucing yang berada di dalam rumah pun dapat terinfeksi oleh virus ini yang disebabkan oleh tikus atau kelelewar yang masuk ke dalam rumah dan sudah terinfeksi virus tersebut.

Gejala yang ditimbulkan pada si kucing oleh penyakit kucing ras yang satu ini biasanya adalah sering mengeong, nafsu makan berkurang, lemah, disorientasi (kehilangan keseimbangan), kelumpuhan, kejang, dan bahkan kematian mendadak. Apabila si kucing telah terinfeksi, maka diperlukan inkubasi supaya virus tidak menyebar. Lamanya masa inkubasi tergantung dari seberapa parah gejala yang ditimbulkan, bisa satu minggu, satu bulan, bahkan bertahun-tahun. Oleh ini oleh karena itu cara terbaik adalah mencegah si kucing terkena virus tersebut seperti memberikan vaksin rabies, menjaga kebersihan lingkungan agar hewan kotor seperti tikus tidak masuk ke rumah, dan tetap menjaga si kucing berada di dalam rumah.

Itulah beberapa jenis penyakit kucing ras di dunia ini yang paling berbahaya. semoga setelah membaca artikel ini kita sebagai pemelihara kucing yang kita sayangi lebih baik dalam merawatnya.

baca juga: 7 Fakta Menarik Tentang Kumis Kucing

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *