6 Jenis Kucing Hutan Di Dunia Yang Hampir Punah

6 Jenis Kucing Hutan Di Dunia Yang Hampir Punah- Kucing yang kita temui sekarang pada dasarnya merupakan cicit dari berbagai macam kucing hutan yang ada di dunia. Seiring berjalannya waktu persilangan demi persilangan diantara pada kucing pun terjadi sehingga menghasilkan kucing domestik yang ada di lingkungan sekitar kita. Kucing-kucing tersebut memiliki sifat yang lebih tenang dibandingkan dengan kucing hutan yang memiliki sifat galak/buas karena seringnya berinteraksi dengan manusia. Sayangnya nenek moyang kucing-kucing  domestik pada saat ini memiliki populasi yang sangat sedikit sehingga jarang kita temui. Dalam artikel kali ini kekucingan akan membahas  6 jenis kucing hutan pada jenis Anchestor/leluhur Domestic Cat.

1. Kucing Hutan African Wild Cat

Kucing Hutan Dari Afrika
Kucing Hutan Afrika

African Wild Cat (Felis Silvestris lybica) merupakan salah satu jenis kucing hutan pribumi asli dari Afrika. Mereka tersebar luas di wilayah Afrika namun tidak dapat di temukan di hutan-hutan hujan tropis atau gurun sahara. Kucing ini merupakan kucing yang dilindungi karena spesiesnya yang sangat sedikit akibat beberapa hal yaitu banyaknya hibridisasi atau persilangan yang dilakukan oleh manusia terhadap kucing ini dengan kucing domestik ataupun dengan kucing hutan jenis lain.

Kucing hutan Ini merupakan nenek moyang kucing domestik yang sering kita lihat sehari-hari di rumah atau di dekat tempat tinggal kita. Jika kita lihat dengan seksama maka kucing hutan ini hampir tidak ada bedanya dengan kucing kampung atau kucing domestik yang ada di sekitar kita. Namun jangan salah, kucing ini tetaplah kucing hutan yang pada dasarnya memiliki sifat yang galak/buas.

Selain di Afrika kucing ini juga tersebar di beberapa negara di Eropa dan Asia seperti Irak, Iran, India, Pakistan , Perancis, dan Spanyol.

Kebanyakan dari kucing ini memiliki berat badan antara 3-8 kg dengan tinggi 35-40 cm dan panjang 70-115 cm. Kucing Hutan ini merupakan hewan nokturnal atau hewan yang sering beraktivitas pada malah hari. Hewan yang sering dijadikan makanan kucing ini antara lain tikus, burung, kelinci, reptil kecil, ampibi, kijang muda, serangga, dan laba-laba.

2. Black Footed Cat

Kucing Hutan Black Foot

Black Footed Cat (Felis nigripes) merupakan kucing yang memiliki spot atau tutul pada bulunya. Kucing hutan ini juga merupakan kucing pribumi Afrika asli tepatnya Afrika selatan yang pada tahun 2010 dijadikan tempat piala dunia. Kucing ini sangat jarang ditemukan karena populasinya yang semakin menurun akibat beberapa faktor seperti keracunan akibat makanan yang dijadikan umpan untuk serigala oleh penduduk sekitar dan juga kurangnya suplai makanan akibat perburuan yang melewati batas.

Kucing ini tersebar di beberapa daerah di Afrika seperti Bostwana Selatan, Namibia, dan Afrika Selatan.

Kucing ini juga merupakan hewan nokturnal yang sering berburu makanan di malam hari. Habitat mereka biasanya adalah padang pasir terbuka dengan rumput ilalang yang menjulang tinggi. Mereka senan jika banyak ditemukan hewan-hewan mangsanya seperti tikus dan burung yang sering berada di daerah tersebut. Pada siang hari kucing hutan ini biasanya akan bersembunyi di dalam lubang yang ditinggalkan oleh hewan lain.

Kebanyakan kucing ini memiliki berat antara 1-2 kg dengan ukuran yang bervariasi.

3. Desert Cat/Sand Cat

Kucing Gurun

Desert Cat (Felis margarita) atau yang sering juga disebut Sand Cat merupakan jenis kucing tinggal ditempat-tempat yang sangat kering seperti gurun sahara dengan sedikit rerumputan. Kucing ini kebanyakan tinggal di daerah dengan kondisi cuaca yang cukup ekstim. Mereka bisa tinggal di tempat yang memiliki temperatur lebih dari 51OC pada siang hari dan kurang dari 30OC pada malam hari. Oleh karena itu mereka akan berada di lubang-lubang yang mereka gali atau bekas galian hewan lain jika kondisi terlalu panas. Dengan alasan tersebut juga kucing hutan ini tidak akan ditemukan di daerah berbatu atau daerah yang memiliki kontur tanah yang keras.

Mereka dapat ditemukan di berbagai daerah di Afrika dan Asia seperti gurun sahara yang membentang melalui Aljazair, Nigeria dan Maroko; seluruh jazirah Arab; dan di bagian Asia Tengah termasuk Turkmenistan, Iran, Pakistan dan Afghanistan.

Makanan kucing ini antara lain tikus, burung, laba-laba, dan burung. Mereka juga dikenal sebagai pemangsa ular berbisa yang tidak kenal takut. Karena di daerah yang mereka tinggali kebanyakan tidak tersedia air yang mencukupi maka mereka akan bertahan tanpa bantuan air selama berminggu-minggu. Untuk mengatasi hal tersebut mereka mendapatkan suplai air dari hewan yang mereka makan.

4. Chinese Mountain Cat/Chinese Desert Cat

Kucing Gurun China

Chinese Mountain Cat (Felis silvestris bieti) atau yang juga sering disebut Chinese desart cat merupakan salah satu jenis kucing hutan yang memiliki ukuran tubuh kecil. Mereka adalah hewan endemik china asli yang tersebar di bagian timur laut dataran tinggi Tibet di Qinghai dan  Sichuan Utara China.

Mereka juga merupakan hewan yang beraktivitas pada malam hari (nokturnal). Hewan yang sering dijadikan santapannya antara lain adalah berbagai hewan pengerat seperti tikus atau pikat dan juga burung.

Kucing ini merupakan hewan yang sangat dilindungi di China dan akan sangat sulit di jumpai saat ini karena populasinya yang semakin menurun. Penyebab menurunnya jumlah kucing ini di antaranya adalah keracunan makanan yang sengaja dipasang pemburu untuk hewan lain atau menurunnya jumlah makanan di daerah tempat tinggal mereka.

5. European Wild Cat

Kucing Hutan Eropa

European Wild Cat (Felis silvestris silvestris) merupakan salah satu jenis kucing hutan yang berasal dari Eropa, baik Eropa barat, tengah, timur, dan selatan. Mereka dapat kita temui di Skotlandia, Turki, Skandinavia, inggris, dan Wales.

Kucing hutan ini juga merupakan kucing hutan yang sangat sulit untuk dibedakan dengan kucing domestik atau kucing kampung yang sering kita lihat. Meskipun secara fisik hampir sama namun terdapat beberapa perbedaan antara kucing ini dengan kucing domestik, di antaranya adalah ukurannya yang rata-rata lebih besar dan sifatnya yang galak/buas.

Kucing ini sangat dilindungi karena populasinya yang menjadi sangat langka. Penyebab sedikitnya julam kucing hutan ini di antaranya adalah penembakan oleh pemburu yang tidak sengaja dan kawin silang dengan jenis kucing lain sehingga populasi European Wild Cat yang asli menjadi sangat sedikit.

6. Jungle Cat

Jungle Cat

Jungle Cat (Felis Chaus) merupakan jenis kucing hutan yang saat ini dianggap sebagai spesias yang paling banyak tersisa dibandingkan dengan spesies kucing hutan yang lain. Mereka tersebar di wilayah Asia seperti India, Mesir, Srilangka, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Di beberapa daerah terebut kucing ini sering mendekati rumah penduduk untuk mencari makanan sisa atau berburu hewan yang dapat dijadikan mangsanya. Selain itu mereka juga dapat tinggal di daerah sabana dan hutang tropis kering. Mereka tidak akan ditemukan di daerah hutan hujan tropis.

Jungle Cat juga merupakan kucing hutan yang soliter atau hidup bergerombol. Mereka sering tinggal di lubang-lubang galian, lubang pohon, atau dibawah batu. Musuh alami mereka adalah beruang, serigala, dan kucing hutan lain. Ketika mereka sedang terancam maka mereka akan mengeram seperti kebanyakan kucing pada umumnya dan akan kabur jika ancaman mereka terlihat membahayakan nyawanya. Dalam beberapa kasus dilaporkan bahwa kucing ini menyerang manusia yang mendekati habitat mereka. Namun luka yang mereka timbulkan kebanyakan tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. Mereka hanya menimbulkan luka bekas cakaran atau gigitan saja.

Seperti kebanyakn kucing yang lain, mereka juga sering memangsa tikus, burung dan kelinci yang mereka temui.

Foto-foto kucing lengkap

Artikel lain: 6 Jenis Kucing Ras Berkaki Pendek

References:

  • http://wildcatsmagazine.nl
  • https://nationalzoo.si.edu/animals/sand-cat
  • http://tenikwa.com

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *